Times & Directions Give

Reaching the Lost,
Teaching the Reached
to Live a Christ-centered Life

Kebaktian Minggu (Sunday Service)

10:30 pagi - 12:15 siang

Sekolah Minggu (Sunday School)

10:30 pagi - 12:00 siang

Parkir GRATIS setiap hari Minggu. Informasi selengkapnya dapat dilihat di link ini.

Indonesian Christian Church

Werner Brodbeck Hall, 156 Collins Street

Melbourne, Victoria 3000

navigate Xclose

Our History

Allah memberikan dua beban dalam hati Pak Sen Sendjaya di tahun 2004 untuk memulai pelayanan gereja ICC, yang lalu ia bagikan pada istrinya, Ibu Lyfie Sugianto. Pertama, belasan ribu masyarakat Indonesia di kota Melbourne, khususnya mahasiswa dan professional, yang belum mengenal Kristus. Kedua, munculnya gereja yang berpusat pada Injil dengan pengajaran Calvinistic dan ibadah yang hidup dan dinamis. Setahun pun berlalu. Setelah gagal berulang kali menolak gerakan hati dari Allah tersebut, Sen membagikan beban dan panggilan pelayanan ini kepada Pak Gunawan Hadi. Pernyataan rasul Paulus dalam Kisah 26:29 menguatkan hati Pak Sen: “kepada visi yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat.”

Karena kemurahan Allah, Pak Sen dan Pak Hadi lalu bertemu dgn Pdt Douglas Robertson dari Scots’ Church yang dengan antusias mendukung church planting jemaat Indonesia tersebut. Mereka memberi ijin pemakaian gedung Scots yang amat sangat strategis, persis di jantung kota Melbourne. Hal ini mengkonfirmasi pimpinan Tuhan yang begitu jelas untuk memulai pelayanan. Dalam anugerah dan kemurahaan Allah, kebaktian pertama Indonesian Christian Church diadakan pada tanggal 3 April 2005 (03.04.05) pukul 5 sore. Kebaktian pertama ini dihadiri oleh beberapa perwakilan gereja dan seminari (Indonesian Presbyterian Church di Sydney; Indonesian Reformed Church, Sydney; Westminster Presbyterian Church, Perth; Reformed Theological College) serta beberapa undangan dan tamu.

Dari minggu ke minggu dimulai dengan 15-20 orang, Pak Sen sebagai Founding dan Teaching Pastor dari ICC membawakan kotbah eksposisi. Sejak bulan Maret 2006, kebaktian berpindah dari Upper Hall ke Ruang Kebaktian Utama Scots’ Church, salah satu gedung gereja termegah di Melbourne. Dalam pemeliharaan Allah, penatua Scots’ Church menyetujui di bulan Desember 2006 untuk mengadopsi ICC menjadi bagian integral dari keluarga besar Scots’ Church. Di ulang tahun ICC yang ke-2, ICC secara resmi bergabung dengan Scots’ Church sebagai Jemaat Indonesia. Kebaktian penggabungan tersebut dipimpin oleh Pdt Douglas Robertson dan Pdt Joshua Lie. Hari itu menandai Grand Launching ICC.

Minggu 8 November 2009 menjadi momen ICC membuka lembaran baru saat ibadah sore berpindah ke ibadah pagi. Ibadah pukul 10:30 menempati gedung baru Werner Brodbeck Hall di 156 Collins Street yang baru selesai direnovasi senilai AUD$5.5 juta.

Tuhan menambahkan jumlah orang percaya dari tahun ke tahun. Dan seiring dengan penambahan jumlah jemaat, menjadi sekitar 90 orang, kebutuhan pelayanan semakin meningkat. Di bulan Maret 2010, GI Christian Tirtha bergabung dengan ICC untuk melayani part-time sebagai Youth Pastor sambil menyelesaikan studi teologinya di Presbyterian Theological College. Persekutuan Young Adults, the Crucible, dimulai di tahun 2010. Di tahun 2013 kurikulum 2 tahun untuk pembinaan jemaat “Curriculum for Christlikeness” untuk pertama kalinya diterapkan agar setiap anggota jemaat diperlengkapi dari sisi karakter, konsep, dan kompetensi lebih sistematis sesuai misi gereja.

Setelah menyelesaikan studinya, GI Christian melayani penuh waktu sejak Desember 2014 dan diteguhkan menjadi Pendeta pada 7 Maret 2015. Di tahun ke-10 untuk pertama kalinya ICC memiliki seorang full-timer, melayani sekitar 150 jemaat dewasa dan 30 anak-anak. Pak Sen tetap melayani sebagai Founding/Teaching Pastor, dan bersama dgn Pdt Christian memberi spiritual oversight kepada jemaat sebagai Penatua/Elders. Mereka juga melayani sbg Pengurus/Majelis gereja bersama 4 orang lain: Benidictus Jobeanto, Emmy Cendana, Paulina Tan, Robert Liao, dan Andy Sentosa.

Di usia ke-10 ini, ICC semakin serius ingin menjadi gereja yang berpusat Injil (Gospel-centered), berorientasi misi (missional-oriented), dan berbasis komunitas (community-based) untuk menjalankan misinya: Transforming Godless People into Godly Leaders for Jesus Christ. Mari kita semakin erat bergandeng tangan menggenapi misi tersebut demi Injil Kristus Yesus. “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” (Roma 12:11).