Times & Directions Give

Reaching the Lost,
Teaching the Reached
to Live a Christ-centered Life

Kebaktian Minggu (Sunday Service)

10:30 pagi - 12:15 siang

Sekolah Minggu (Sunday School)

10:30 pagi - 12:00 siang

Parkir GRATIS setiap hari Minggu. Informasi selengkapnya dapat dilihat di link ini.

Indonesian Christian Church

Werner Brodbeck Hall, 156 Collins Street

Melbourne, Victoria 3000

navigate Xclose

Prayer Ministry

Hidup ini seringkali diwarnai ketidakpastian, kekuatiran, kekecewaan, dan kepedihan. Jika Anda sedang melalui sebuah pengalaman yang membuat Anda merasa sedang berdiri di ujung ruangan, ijinkan kami mendoakan Anda.

Doa bagi orang Kristen adalah seperti oksigen bagi tubuh manusia. Kita membutuhkan doa setiap saat karena kita membutuhkan kasih karunia dan belas kasih Allah setiap saat. Silakan membagikan beban doa Anda dengan mengirimkan email ke prayer@icc-melbourne.org (kami akan dengan ketat menjaga informasi doa yang bersifat pribadi).

Setiap minggu ICC mempunyai dua Persekutuan Doa

  • Minggu jam 9:45 pagi di lantai 1, Robert White Hall.
    Selama 30 menit kita akan berdoa bersama untuk pekerjaan Tuhan di berbagai belahan dunia, untuk para misionaris yang melayani di tempat-tempat yang sulit, untuk berbagai isu yang terjadi di Indonesia dan Australia, untuk kota Melbourne dan masyarakat Indonesia di Melbourne, untuk kebutuhan dan pelayanan gereja kita, dan untuk kebutuhan pribadi anggota jemaat.
  • Rabu jam 6.30-7.30 malam di lantai 1, Robert White Hall.
    Persekutuan Doa hari Rabu merupakan kesempatan untuk berbagi pokok doa pribadi, pergumulan dan mendengarkan renungan singkat. Light dinner tersedia diakhir pertemuan.

Sejarah gereja mencatat sebuah gereja di London bernama Metropolitan Tabernacle yang mengalami kebangunan rohani yang begitu besar di abad ke-19. Ketika banyak orang dari berbagai tempat datang dan bertanya kepada pendetanya, Charles Spurgeon, apa yang menjadi rahasia pelayanan gerejanya, ia selalu mengajak mereka ke ruang bawah gereja dan menunjukkan mereka jawabannya: Ratusan orang berdoa dengan lutut mereka bagi pekerjaan Tuhan.

Kami rindu menjadi gereja yang lebih mengandalkan lutut ketimbang otak. Kami ingin lebih bersandar pada Tuhan dalam doa ketimbang bersandar pada manusia dalam hikmatnya yang terbatas dan tercemari dosa. Doa menjaga agar gereja tidak bergerak mendahului Tuhan, atau bahkan ke luar dari jalur Tuhan.