Times & Directions Give

Reaching the Lost,
Teaching the Reached
to Live a Christ-centered Life

Kebaktian Minggu (Sunday Service)

10:30 pagi - 12:15 siang

Sekolah Minggu (Sunday School)

10:30 pagi - 12:00 siang

Parkir GRATIS setiap hari Minggu. Informasi selengkapnya dapat dilihat di link ini.

Indonesian Christian Church

Werner Brodbeck Hall, 156 Collins Street

Melbourne, Victoria 3000

navigate Xclose

Tersalib bagi Dunia

Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia (Galatia 6:14)

Bagaimana kita tahu kita sungguh-sungguh memahami Injil Kristus Yesus? Indikator yang paling akurat, menurut rasul Paulus, adalah dengan melihat apa yang kita banggakan. Saat kita mengalami kegagalan, bagaimana kita menghibur diri? Itulah yang kita banggakan. Saat kita merasa diserang oleh seseorang, bagaimana kita membela diri? Itulah yang kita banggakan. 

Injil Kristus Yesus seharusnya mentranformasi sumber kebanggaan kita. Jika kita bermegah hanya dalam salib Kristus, maka tidak ada apapun atau siapapun di dunia yang memiliki kuasa atau pengaruh terhadap hidup kita. Di satu sisi, kita tidak akan menjauhi dunia karena takut tercemar olehnya. Dan di sisi lain, kita tidak akan menyembah dunia karena terpikat olehnya.

Banyak orang Kristen hari ini yang datang kepada salib tanpa mengalami perubahan apa-apa dalam sikapnya terhadap dunia. Inilah salah satu masalah terbesar di dalam gereja Tuhan! Di gereja kita menyanyi “Yesus adalah Tuhan” namun dalam realita keseharian kita, yang memegang kendali hidup kita adalah sesuatu atau seseorang di dunia ini. 

Budaya dunia kita sarat dengan hal-hal yang menjadi kebanggaan: penampilan, ketenaran, intelektual, prestasi karir, penghasilan, dst. Dalam soal penghasilan misalnya, betapa mudah yang memiliki gaji tinggi enam digit dalam dolar merasa bangga, dan yang masih pengangguran merasa sangat malu. Padahal kita tahu gaji tinggi sangat lah rapuh sebagai dasar kebanggaan kita. Minimal karena dua alasan:

Pertama, gaji tinggi tidak pernah menjanjikan kebahagiaan sejati, apalagi keselamatan kekal. Dan tentu itu bukan tanda Tuhan sayang terhadap orang bergaji tinggi lebih besar dibanding terhadap orang yang hanya mendapat upah minimum harian (jangan lupa, banyak psikopat bisnis ateis yang gajinya 25x lipat lebih besar).

Kedua, gaji tinggi dan segala harta di bumi ini mudah lenyap. Dan berlaku hanya selama kita hidup di dunia ini selama 70-80 tahun. Dan tidak akan berlaku dalam hidup di dunia yang akan datang selama 70.000.000.000 tahun lebih! Apalagi karena di dunia yang akan datang tersebut, bahkan aspal jalanan yang kita injak terbuat dari emas murni (Wahyu 21:21).

Jadi betapa konyol membanggakan diri tentang gaji tinggi, atau prestasi karir lainnya, di hadapan salib Kristus. Kalau kita lebih bangga akan salib Kristus, kemilau uang akan jadi redup karena kemilau kemuliaan salib.

Memang kita masih perlu uang di dunia ini, namun bila kebanggaan kita ada pada salib, kita akan memakai uang kita untuk membuat kemuliaan salib lebih dikenal orang. Dan kita akan belajar, seperti rasul Paulus, mencukupkan diri dalam segala keadaan, sehingga berlebihan atau berkekurangan kita tidak terlalu ambil pusing karena yang jauh lebih penting adalah salib Kristus.