Times & Directions Give

Reaching the Lost,
Teaching the Reached
to Live a Christ-centered Life

Kebaktian Minggu (Sunday Service)

10:30 pagi - 12:15 siang

Sekolah Minggu (Sunday School)

10:30 pagi - 12:00 siang

Parkir GRATIS setiap hari Minggu. Informasi selengkapnya dapat dilihat di link ini.

Indonesian Christian Church

Werner Brodbeck Hall, 156 Collins Street

Melbourne, Victoria 3000

navigate Xclose

Kuasa Injil Mengubah ‘Oh, No’ Menjadi ‘Oh, Yes’

Bayangkan dua jenis batu nisan. Kebanyakan baru nisan biasanya memuat tulisan yang entah sudah dipersiapkan sebelumnya oleh mereka yang meninggal atau oleh keluarganya. Hanya saja kali ini batu-batu nisan ini tidak punya tulisan apa-apa, dan hanya ditulis oleh sang almarhum setelah mereka meninggal. Tulisannya hanya terdiri dari dua kata, yang bagi saya menyimpulkan hasil respon kita terhadap Injil Kristus. Beberapa batu nisan akan bertuliskan ‘Oh, No’ besar-besar. Banyak dari mereka yang sepanjang hidupnya mendengarkan berita Injil berulangkali, tetapi memutuskan untuk menolaknya.

Kebanyakan kita tidak asing dengan nama Billy Graham, penginjil ternama tahun 40-50an dari Amerika. Dampak penginjilan dan hidup Billy Graham masih terasa di seluruh dunia sampai hari ini. Banyak generasi tua di Australia mengingat tahun 1959 (saat Billy Graham datang berkunjung) sebagai turning point hidup mereka menerima dan mengikuti Kristus. Tetapi mungkin tidak ada dari kita yang mengenal nama Charles Templeton. Pada waktu Billy Graham mulai naik daun, Charles Templeton melayani bersama-sama dan bahkan sempat disebut akan melampaui Billy Graham. Namun menjelang akhir tahun 1950 Templeton mengumumkan bahwa ia telah menjadi seorang agnostik. Sampai hari kematiannya pada bulan Juni 2001, tidak pernah tercatat bahwa Templeton berbalik dari pendiriannya. Salah satu buku tulisannya yang terkenal bahkan berjudul Farewell to God: My Reasons for Rejecting the Christian Faith.

Jadi selain orang-orang yang menolak Injil, tidak sedikit juga mereka yang bahkan pernah berada dalam posisi mengajarkan dan memberitakan Injil, tetapi akhirnya menolak Kristus. Intinya, ini adalah respon dimana seseorang menolak Juruselamat dan Raja yang Tuhan tetapkan bagi kita, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan dan menjadi raja atas hidup kita.

Tanpa anugerah Tuhan, maka setiap batu nisan kita akan berukirkan ‘Oh, No.’ Kita akan tiba di kekekalan bertanggungjawab atas setiap dosa, perkataan, pikiran, dan perbuatan di hadapan Tuhan. Tetapi puji Tuhan itu bukan kata akhir! Setiap dari kita punya kesempatan untuk merespon (dan merespon ulang) pada panggilan Injil Kristus. Karena ada orang-orang yang bukan saja mendengarkan tetapi juga memutuskan untuk menerima Injil. Sebagian Tuhan panggil untuk mengajarkan dan memberitakan Injil ini dalam konteks seperti Billy Graham, sebagian besar lagi dalam konteks kehidupan keluarga, kerja, bisnis dan gereja. Intinya adalah, mereka berespon dengan menerima Juruselamat dan Raja yang Tuhan tetapkan bagi kita, Yesus Kristus untuk menjadi penyelamat dan raja atas hidup mereka.

Sama seperti semua manusia, hidup mereka suatu hari nanti akan berbentuk batu nisan—tetapi batu nisan yang penuh pengharapan karena bertuliskan ‘Oh, Yes.’ Semua yang mereka percaya dan harapkan selama hidup mereka kini menjadi yes. Iman mereka menjadi penglihatan, dukacita menjadi sukacita, beban berat menjadi kemuliaan kekal.

Apa yang akan tertera pada batu nisan anda? ‘Oh, no’ atau ‘Oh, yes’?