Times & Directions Give

Reaching the Lost,
Teaching the Reached
to Live a Christ-centered Life

Kebaktian Minggu (Sunday Service)

10:30 pagi - 12:15 siang

Sekolah Minggu (Sunday School)

10:30 pagi - 12:00 siang

Parkir GRATIS setiap hari Minggu. Informasi selengkapnya dapat dilihat di link ini.

Indonesian Christian Church

Werner Brodbeck Hall, 156 Collins Street

Melbourne, Victoria 3000

navigate Xclose

Apa itu TULIP?

Sampai hari ini sebetulnya tidak ada konsesus pasti darimana dan kapan istilah TULIP berasal. Baik tokoh reformasi John Calvin (1509-1564) maupun para teolog Reformed secara umum tidak pernah menguraikan ajarannya hanya sekedar dalam bentuk singkatan TULIP. Karya terpenting John Calvin, Institutes of the Christian Religion dan tulisan serta khotbah-khotbahnya mengajarkan lebih dari butir-butir yang dikupas di dalam TULIP.

Institutes misalnya juga membahas doktrin Alkitab, Allah, manusia, bagaimana Kristus dinyatakan di Perjanjian Lama dan Baru, peran Roh Kudus, kehidupan Kristen, akhir jaman, kehidupan bergereja, pelayanan, sakramen suci, dan pemerintahan sipil. Walaupun demikian, istilah TULIP tetap menolong kita hari ini untuk melihat salah satu fokus penting di dalam teologia Kristen yaitu Injil keselamatan di dalam Kristus. TULIP adalah singkatan dari:

  • Total depravity (Kerusakan total)
  • Unconditional election (Pemilihan tanpa syarat)
  • Limited atonement (Penebusan terbatas)
  • Irresistible grace (Anugerah yang tidak dapat ditolak)
  • Perseverance of the saints (Ketekunan orang-orang kudus)

Kelima butir di atas muncul dari perdebatan di antara gereja-gereja yang Reformed di Belanda. Mereka berusaha meneruskan estafet Reformasi Protestan yang telah dimulai oleh pendahulu mereka seperti Martin Luther (1483-1546), Huldrych Zwingli (1484-1531), dan tentunya John Calvin. Sepanjang tahun 1618-1619 sidang sinode internasional ini berkumpul di kota Dordrecht/Dort. Menarik untuk diketahui bahwa kelima butir di atas sebetulnya merupakan respon atas lima butir protes dari kelompok Remonstrants yang beraliran Arminian. Sinode Dort menolak lima butir Arminiamisme karena ketidaksesuaian dan ketidakkonsistenan dengan seluruh ajaran Alkitab.

Keputusan di kota Dordrecht kemudian dikenal sebagai the Canons of Dort (Peraturan Gereja Dort), dimana mereka menguraikan lima butir yaitu:

  • Divine election and reprobation (Pilihan dan kutukan Allah)
  • Christ’s death and human redemption (Kematian Kristus dan penebusan manusia)
  • Human corruption, conversion to God, and the way it occurs (Kebusukan dosa manusia, pertobatan kepada Allah, dan bagaimana hal itu terjadi) Catatan: butir ke-3 dan ke-4 dijadikan satu di dalam dokumen aslinya
  • Perseverance of the saints (Ketekunan orang-orang kudus)

Kebanyakan teolog sepakat bahwa penggunaan akronim TULIP baru muncul di sekitar abad ke-20. Perlu diingat juga bahwa tidak semua teolog merasa nyaman dengan istilah-istilah yang dipakai di atas. Beberapa teolog modern seperti Roger Nicole, Timothy George, dan R.C. Sproul, yang walaupun berteologia Reformed, tetapi berusaha menjelaskan TULIP dengan istilah yang sudah dimodifikasi. Misalnya Timothy George menggunakan ROSES (Radical depravity, Overcoming grace, Sovereign election, Eternal life, dan Singular atau Particular redemption).

Singkat kata, TULIP tetap bermanfaat sebagai singkatan untuk membantu jemaat Tuhan mengingat pokok-pokok penting yang Alkitab ajarkan tentang keselamatan. Pada akhirnya, fokus dan sumber kebenaran kita harus kembali kepada Firman Tuhan (ingat Sola Scriptura!). Tetapi juga kita menghormati orang-orang sepanjang sejarah yang berusaha keras mengkomunikasikan kebenaran Injil di dalam konteks gereja dan situasi dunia yang mereka alami. Memang TULIP tidak menjelaskan semua yang John Calvin atau teologia Reformed ajarkan tentang keselamatan. Tetapi TULIP menolong kita mengaminkan apa yang Paulus katakan tentang karya keselamatan Allah,

“Segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Rom 11:36)

Mulai hari Minggu 1 Oktober kita akan melihat setiap aspek dari TULIP untuk lebih mendalami kemuliaan Tuhan Allah dalam keselamatan yang Ia berikan melalui Kristus. Kiranya hati kita boleh berkobar bukan untuk John Calvin, Martin Luther, para tokoh Puritan, atau bahkan rasul Paulus—melainkan untuk Yesus Kristus sendiri, yang mereka layani dan sembah dengan seluruh hidup mereka. Soli Deo Gloria (Kemuliaan hanya untuk Allah semata)!

Seri khotbah ini dapat diakses di: http://www.icc-melbourne.org/events/event/154/seri-khotbah:-reformation-500/2017-08-20