Indonesian Christian Church (ICC) bermula dari sebuah gerakan hati yang Allah berikan kepada Bapak Dr Sen Sendjaya. Di satu sisi, ada belasan ribu orang Indonesia di kota Melbourne yang perlu dilayani dengan Injil Kristus. Di sisi lain, ada kebutuhan akan gereja kontemporer yang mewartakan Kristus yang tersalib
Setelah melewati ujian waktu yang cukup panjang, Pak Sendjaya lalu membagikan beban dan panggilan pelayanan ini kepada Bapak Gunawan Hadi, dan mereka berdua terus menggumulinya selama lebih dari 1 tahun. Pernyataan rasul Paulus dalam Kisah 26:29 menguatkan hati mereka berdua: "kepada visi yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat."
Oleh kemurahan Allah, Pak Sendjaya dan Pak Hadi bertemu dengan Pdt Douglas Robertson dari Scots’ Presbyterian Church. Setelah mengenali latar belakang teologia dan visi hidup Pak Sendjaya, Pdt Robertson dengan antusias memberi dukungan penuh dan memberi ijin pemakaian gedung Scots yang amat sangat megah dan strategis, persis di jantung kota Melbourne. Hal ini menambah keyakinan iman Pak Sendjaya dan Pak Hadi akan pimpinan Tuhan untuk memulai pelayanan gereja baru
Dalam anugerahNya, kebaktian perdana ICC diadakan pada tanggal 3 April 2005 (03.04.05) di Scots’ Presbyterian Church, Corner Collins and Russell St. Kebaktian pertama ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang termasuk berbagai undangan dari gereja-gereja pendukung termasuk Indonesian Presbyterian Church Randwick, NSW; Westminter Presbyterian Church Bulcreek WA; Indonesian Reformed Church Sydney; Burwoord Chinese Presbyterian Church; dan Reformed Theological Seminary
Sejak itu dari minggu ke minggu, Pak Sendjaya sebagai Teaching Elder/Lay Pastor dari ICC membawakan kotbah eksposisi dimulai dengan Injil Yohanes
Di bulan Desember 2006, Session Scots’ Church menyetujui adopsi ICC menjadi bagian integral dari keluarga besar Scots’ Church. Di ulang tahun ICC yang ke-2, pada tanggal 1 April 2007, ICC secara resmi bergabung sebagai jemaat Indonesia Scots Presbyterian Church, yang berada dibawah Presbyterian Church Victoria (PCV) dan Presbyterian Church Australia (PCA). Kebaktian penggabungan dan HUT ke-2 tersebut dipimpin oleh Pdt Douglas Robertson dan Pdt Joshua Lie